Mewujudkan Islam yang Modern, SMK Islam Ulul Albab: Karakter Kerasulan Maulid Nabi

 

Rosulullah Muhammad SAW merupakan kekasih Allah SWT yang diciptakan untuk menunjukkan suatu jalan kebenaran bagi umat di seluruh semesta. Keberadaannya merupakan sebuah Rahmatal Lil ‘Aalamiin, yakni rahmat bagi semesta alam. Segala sisi kehidupannya pula adalah panutan bagi seluruh umat manusia sampai akhir zaman kelak. Tokohnya merupakan suatu ikon agama yang akan selalu menjadi sebuah sorotan. Bahkan tak heran pula, Michael Hart menempatkan nabi Muhammad pada urutan pertama dalam 100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia dalam Sepanjang Sejarah. Namanya telah bersinar di seluruh jagat, tanpa adanya suatu keraguan.

 

Kehidupan sang baginda nabi pun tak luput menjadi daya tarik bagi semua kalangan. Semua kisah dan perjuangan beliau adalah lambang kerja keras serta keberhasilan kaum muslim untuk membentuk suatu peradaban manusia yang bukan hanya Islam, akan tetapi juga modern. Stabilitas perekonomian dalam kepimpinan beliau, juga seluruh bisnis yang berkembang menjadi bukti bahwasannya Islam adalah agama yang dapat ditempatkan pada posisi apa pun. Selain perekonomian, model kepemimpinannya yang begitu piawai juga merupakan eksistensi tersendiri yang bahkan cukup banyak ditiru di era saat kini.

 

Selain sisi perjuangan nabi dalam menyebarkan agama Islam, sejarah masa kecil beliau pun masuk dalam satu hal yang paling sering dibahas. Terutama bagian kelahiran nabi yang diyakini penuh dengan segala mukjizat Tuhan. Bahkan untuk menyambut setiap hari kelahiran nabi, kaum muslimin melakukan sebuah perayaan yang dilakukan secara rutin biasanya. Sebuah event yang dikenal dengan acara Maulid Nabi ini dilakukan setiap tahun, di antara hari-hari terlahirnya sang tokoh agama.

 

Peringatan Maulid Nabi sendiri telah berlangsung sejak ribuan tahun. Dikutip dari buku Pro dan Kontra Maulid Nabi karya AM. Waskito, menyebutkan bahwasannya ada tiga teori sejarah Maulid Nabi dalam sejarah Islam yang sudah berlangsung lama.

 

Pertama, diadakan oleh Dinasti Ubaid (Fathami) di Mesir yang berhaluan Syiah Ismailiyah (Rafidhah). Dinasti ini berkuasa di Mesir tahun 362-567 Hijriyah sekitar abad 4-6 Hijriyah.

 

Mulanya Peringatan Maulid Nabi dirayakan di era kepemimpinan Abu Tamim, yang memiliki gelar Al-Mu’is Li Dinillah. Selain itu, Dinasti ini juga merujuk pada Hari Asyura, Maulid Ali, Maulid Hasan, Maulid Husain, Maulid Fatimah dan lainnya.

 

Kedua, Anugerah Maulid di kalangan ahlus sunnah yang pertama kali diadakan oleh Sultan Abu, mengatakan bahwa Muzhaffar Kukabri yang merupakan gubernur Irbil di wilayah Irak, ia hidup pada tahun 549-630 Hijriyah.

 

Saat Anugerah Maulid diadakan, Muzaffar ini mengundang para ulama, ahli tasawuf, ahli ilmu dan seluruh rakyatnya. Kegiatan yang diberikan kepada para tamu undangan di antaranya: pemberian jamuan berupa hidangan makanan, pemberian hadiah, bersedekah kepada fakir-miskin dan lain sebagainya.

 

Ketiga, Anugerah Maulid pertama kali diadakan oleh Sultan Salahuddin Yusuf Al-Ayyubi pada tahun 567-622 Hijriyah, yang kala itu merupakan penguasa sekaligus pembentuk Dinasti Ayyubiah di bawah kekuasaan Dinasti Abbasiyah.

 

Terlepas dari seluruh teori tentang awal mulanya Peringatan kelahiran nabi diselenggarakan, segala kegiatan yang mencakup di dalamnya juga merupakan suatu hal yang patut dibahas.

Peringatan hari lahirnya nabi, atau yang biasa disebut dengan Maulid Nabi atau dalam bahasa Jawa seringkali dibunyikan dengan kata Muludan, merupakan suatu perayaan yang mendarah daging. Selain bertujuan untuk mengetahui hari besar Islam, peringatan ini juga dilakukan untuk memberikan pengajaran pada tiap insan manusia mengenai seluruh kisah-kisah kerasulan. Dalam acara Maulid Nabi sendiri biasanya juga dibahas tentang sejarah-sejarah, dan segala seluk-beluk perkembangan Islam, tak luput juga semua perjuangan Rosulullah dan para sahabat. Karena selain untuk menebarkan sejarah, acara ini pun menunjukkan tentang bagaimana kaum muslimin harus bersikap dan mengambil pelajaran dari kisah-kisah tokoh muslim terdahulu, untuk mewujudkan suatu peradaban muslim yang lebih baik ke depannya.

 

Tak mungkin tertinggal, rutinan peringatan Maulid Nabi juga dilaksanakan di SMK Islam Ulul Albab. Sebagai suatu lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan yayasan pondok pesantren, SMK Islam Ulul Albab juga dengan kuat menanamkan karakter-karakter muslimin yang baik pada seluruh pelajarnya. Begitu pula tahun ini, kegiatan Maulid diperingati pada tanggal 31 Oktober 2020 yang tentunya juga tetap memerhatikan protokol kesehatan yang distandarisasikan pemerintah. Dalam pelaksanaannya terdapat banyak kegiatan yang berlangsung, di antaranya terdiri oleh sambutan dari para petinggi lembaga, tahlil dan juga penambahan wawasan, serta kegiatan puncak yaitu Mauidhoh Hasanah oleh Bapak KH. Mansyur Sodiq—salah satu pengurus pondok pesantren di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Mauidhoh yang disampaikan berisi tentang sejarah-sejarah sang baginda nabi, perealisasian sikap-sikap kerasulan pada era globalisasi, juga disertai beberapa lelucon kecil yang membawa para siswa pada suasana yang enjoy.

 

Selain beberapa acara yang disebutkan, peringatan Maulid Nabi di SMK Islam Ulul Albab juga dimeriahkan oleh penampilan banjari yang dipersonili oleh para siswa SMK. Kegiatan Maulid ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh Bapak Imam Ghozali.

 

Dengan adanya kegiatan peringatan Maulid Nabi ini, diharapkan para siswa santri SMK Islam Ulul Albab dapat memetik pelajaran dari kisah perjuangan Rosul, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya untuk perbaikan diri, tetapi juga berusaha menjadi cahaya bagi lingkungan sekitarnya. Pribadi entrepreneur Rosulullah juga diharapkan dapat menjadi suri tauladan bagi para pelajar untuk menghadapi dunia usaha ke depannya.

 

Setelah ditutupnya acara Maulid pada siang hari, para siswa juga diajak untuk membantu menjadi salah satu peserta donor darah, yang nantinya akan diberikan pada beberapa bagian rumah sakit yang membutuhkan. Kegiatan donor darah tersebut juga bekerja sama dengan Tim Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nganjuk. Diharapkan dengan terlaksananya seluruh kegiatan pada hari ini, dapat memupuk rasa empati siswa santri terutama di masa pandemik seperti sekarang.

 

Nganjuk, 31 Oktober 2020

 

 

Daftar Pustaka:

https://beritakbb.pikiran-rakyat.com/khazanah/amp/pr-96884043/sudah-ribuan-tahun-begini-sejarah-lengkap-awal-mula-peringatan-maulid-nabi-muhammad-saw?page=2

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

By SMKIUA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *